Friday, August 26, 2011

Hidup Itu Tentang Bagaimana Caranya Kita Bersyukur

Lo selalu bersyukur ga apa yang lo dapat selama ini?
Karena gue mau cerita tentang hidup.
Ya, kita hidup di dunia itu gue rasa hanya melatih kita untuk selalu bersyukur. Yang pasti bersyukur kepada-Nya yang telah memberi nikmat dan karunia di muka bumi ini.
Makanya gue bertanya kepada kalian, sudah sejauh mana ya kita bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita?

Ambil cerita dalam kehidupan gue. Ambil aja cerita dibawah judul ini, naah, gue merasakan begitu dahsyat apa yang gue rasakan kepada lawan jenis gue? (mungkin kalian juga pernah merasakannya, bukan?) :)
Dari sana Alhamdulillah gue selalu sempat bersyukur untuk hal itu, untuk semua yang gue rasakan.
Coba kalau gue tiba-tiba ga bisa merasakan nikmatnya perasaan ketika kita jatuh cinta? (coba kalian bayangin, hiii, basi banget kan hidup kalau begitu? hahaha)

Terus, lo bersyukur ga?
Lo mempunyai orang-orang disekitar lo, lo dikatakan cukup mampu daripada disekeliling lo? (jangan liat yang setara/sederajat aja lingkungannya!) coba tengok ke bawah! (Deg!) bener kan? masih banyak yang kurang beruntung daripada kita, masih banyak yang masih belum bisa merasakan seperti kita, masih banyak yang belum dapat apa yang mereka inginkan (kehidupan standart, jangan lebih-lebih ke atas, cukup punya rumah saja, mmm terlalu mewah sepertinya, ok, cukup punya baju sendiri aja untuk sehari-hari, masih banyak yang belum bisa memilikinya. Bener kan?)

Dan gue bersyukur masih dapat memberi perhatian dan rasa sayang kepada orang yang gue sayangi itu. Meskipun ada banyak meskipun.. #eeaa. hahaha.
Tapi tolong dilihat dari segi positifnya yaa.. ;)

Jadi, pada setuju kan kalau hidup ini itu mengajarkan bagaimana kita untuk menjadi orang yang selalu bersyukur kepada-Nya?  :)


Bagaimana selanjutnya

Ingin rasanya mengirim sms atau meneleponnya.
Hanya ingin mendengar suaranya serta menghabiskan waktu untuk bertukar cerita dengannya, tentang yang lalu, sekarang, bahkan esok sekali pun.
Sambil bercanda, berejek-ejekan, bertukar-pikiran, berkhayal hingga beradu pendapat, atau mungkin beromantis-ria? hahaha. Mungkin rasanya akan sangat menyenangkan bagiku.

Dulu (ketika gue masih kuliah *ngerjain skripsi*, gue berpikir ketika kita berdua pada akhirnya memilih untuk merehatkan hubungan kami, ada bayangan dimana setelah skripsi gue kelar, selesai, sidang, terus lulus, otomatis meninggalkan daerah Jatinangor = kembali ke rumah = akan sangat jarang bertemu dengannya, dengan orang yang selama gue dikampus, gue baru merasakan fall in love, ya., gue jatuh cinta dengannya. Itu pertama kali gue jatuh cinta selama gue kuliah), sempat terpikir oleh gue, suatu saat dimana gue udah ga di Jatinangor lagi, gak tinggal di kosan gue lagi, (sementara dia angkatan 2008 di salah satu fakultas ternama juga di kampus gue) hubungan gue dengannya akan menjadi renggang, sangat renggang, dan gue akan benar-benar kehilangannya. (Itu pemikiran gue dulu, ok mari kita bandingkan dengan sekarang)

Dan sekarang pun tiba, dimana gue udah balik ke habitat awal gue a.k.a rumah gue dibilangan selatan Jakarta. Apa yang dulu gue sempat pikir, sepertinya itu benar. Merasa dia tidak ingin gue ganggu, merasa dia agak berjaga-jarak dengan gue, dan selalu menutup hatinya buat gue. Hmm. Kalau saja kalian merasakan sayang terhadap orang yang tadinya pacar kita, secara break nya itu dengan cara baik-baik, tapi elo masih nyimpen dalem bgt perasaan lo ke dia? elo masih sayang sama dia, elo masih ingin berbagi sama dia tentang apa aja yang elo lalui di hari yang lalu, sekarang, maupun yg akan datang. Dimana semua kelemahan lo, keberhasilan lo, kesedihan lo, kesenangan lo, dan semuanya pengen lo ceritain hanya ke dia, hanya ke dia yang tahu siapa kita, kareka elo udah percaya dengannya kalau semua cerita itu akan aman dengannya. (silahkan bayangin saja sendiri bagaimana-bagaimanya ya)

Gue selalu gagal dalam hubungan cinta. Mungkin saja karena gue yang enggak tahu bagaimana caranya untuk membahagiakan pasangan? memperlakukan wanita dengan benar? atau memang karena dia yang ga yakin dengan gue? Ya, mungkin ini bisa saja dibilang masalah beda keyakinan. Maksudnya gini, gue yakin dengannya, tapi dia ga yakin dengan gue. Dengan apa pun yang akan terjadi dalam kehidupan gue kedepannya. hehehe.
Dan sampai saat ini pun, gue masih berniat untuk mengembalikan hubungan kami.

Ada yang bilang kalau tipe orang kayak dia itu sangat pemilih untuk pasangannya, entah itu ber-title lah, entah itu harus kayak gini lah, kayak gitu lah, tapi kalau pikiran gue kesana, gue selalu mematahkan pikiran itu, kalau gue yakin dia bukan salah satu orang yang kayak gitu. ya gue yakin bgt dia bukan kyk gitu!


Yang berikutnya adalah masih adakah kesempatan lagi untuk gue membuktikan semuanya kalau gue sangat  sayang kepadanya? (pasti ada atau ga akan ada lagi ris).
Gue: masih terdiam.

Kalau ada waktu dan kesempatan lagi untuk ketemu dengannya, seharian atau beberapa hari, ingin rasanya bilang, "Apakah kamu siap untuk hidup dengan aku yang begini, yang masih miskin dan masih jauh hidup dari yang serba berkecukupan?"
Sangat ingin mendengar apa yang akan dijawabnya.


(Oh iya, bagian ini editan baru dari yang sebelumnya)



Tuesday, August 23, 2011

My Prejudice

Cukup langsing, lucu, dan menyenangkan.

Dia adalah orang yang selalu berubah. Jika ia marah, ia tidak akan memperlihatkannya dan akan memendamnya sendiri, mungkin dalam waktu yang lama. Bila ia memang benar-benar marah kepada seseorang mungkin orang tersebut akan menjadi orang asing dimatanya. Namun, disisi lain ia adalah orang yang sabar, tetapi selalu membutuhkan hal yang baru yang dapat menarik perhatiannya. Seorang yang tidak suka rapat berlama-lama atau bertele-tele. Mungkin saja hari ini ia suka kepada seseorang, tapi untuk esok hari ia bertindak seakan-akan tidak pernah suka terhadap orang tersebut.

Dari sudut pandang yang berbeda, ia merasa lebih puas ketika berhasil mencapai tujuannya dari pada hidup di tengah kemewahan. Baginya, uang bukan faktor paling penting dalam kehidupan.

Cinta ada dikepalanya, tapi kebebasan ada didalam jiwanya. Mungkin karena ia memiliki ide tersendiri mengenai cinta dan takut untuk menunjukkan perasaannya yang paling dalam. Ia bukan orang yang suka berbicara mengenai cinta, tetapi ia memiliki cara yang khusus untuk menunjukkannya. Tak seorang pun yang tahu akan hal itu.

Ia tidak suka dipaksa, Ia lebih senang bila diberi kebebasan dengan dunianya. Ia selalu berpikir bahwa segala sesuatu harus dilakukan demi sebuah 'Kebahagiaan'. Ia orang yang simpel dan sangat sederhana. 

Ia dapat menjadi orang yang manis dan lucu tetapi kemudian menjadi orang yang dingin dan keras kepala. Ia memiliki gaya tersendiri yang tidak dipunya oleh wanita lainnya. 

Mungkin inilah saatnya untuk membiarkannya memiliki saat pribadinya. 

Wow, anda benar-benar membuat dan membawa saya ke dalam sana.  :))