Ingin rasanya mengirim sms atau meneleponnya.
Hanya ingin mendengar suaranya serta menghabiskan waktu untuk bertukar cerita dengannya, tentang yang lalu, sekarang, bahkan esok sekali pun.
Sambil bercanda, berejek-ejekan, bertukar-pikiran, berkhayal hingga beradu pendapat, atau mungkin beromantis-ria? hahaha. Mungkin rasanya akan sangat menyenangkan bagiku.
Dulu (ketika gue masih kuliah *ngerjain skripsi*, gue berpikir ketika kita berdua pada akhirnya memilih untuk merehatkan hubungan kami, ada bayangan dimana setelah skripsi gue kelar, selesai, sidang, terus lulus, otomatis meninggalkan daerah Jatinangor = kembali ke rumah = akan sangat jarang bertemu dengannya, dengan orang yang selama gue dikampus, gue baru merasakan fall in love, ya., gue jatuh cinta dengannya. Itu pertama kali gue jatuh cinta selama gue kuliah), sempat terpikir oleh gue, suatu saat dimana gue udah ga di Jatinangor lagi, gak tinggal di kosan gue lagi, (sementara dia angkatan 2008 di salah satu fakultas ternama juga di kampus gue) hubungan gue dengannya akan menjadi renggang, sangat renggang, dan gue akan benar-benar kehilangannya. (Itu pemikiran gue dulu, ok mari kita bandingkan dengan sekarang)
Dan sekarang pun tiba, dimana gue udah balik ke habitat awal gue a.k.a rumah gue dibilangan selatan Jakarta. Apa yang dulu gue sempat pikir, sepertinya itu benar. Merasa dia tidak ingin gue ganggu, merasa dia agak berjaga-jarak dengan gue, dan selalu menutup hatinya buat gue. Hmm. Kalau saja kalian merasakan sayang terhadap orang yang tadinya pacar kita, secara break nya itu dengan cara baik-baik, tapi elo masih nyimpen dalem bgt perasaan lo ke dia? elo masih sayang sama dia, elo masih ingin berbagi sama dia tentang apa aja yang elo lalui di hari yang lalu, sekarang, maupun yg akan datang. Dimana semua kelemahan lo, keberhasilan lo, kesedihan lo, kesenangan lo, dan semuanya pengen lo ceritain hanya ke dia, hanya ke dia yang tahu siapa kita, kareka elo udah percaya dengannya kalau semua cerita itu akan aman dengannya. (silahkan bayangin saja sendiri bagaimana-bagaimanya ya)
Gue selalu gagal dalam hubungan cinta. Mungkin saja karena gue yang enggak tahu bagaimana caranya untuk membahagiakan pasangan? memperlakukan wanita dengan benar? atau memang karena dia yang ga yakin dengan gue? Ya, mungkin ini bisa saja dibilang masalah beda keyakinan. Maksudnya gini, gue yakin dengannya, tapi dia ga yakin dengan gue. Dengan apa pun yang akan terjadi dalam kehidupan gue kedepannya. hehehe.
Dan sampai saat ini pun, gue masih berniat untuk mengembalikan hubungan kami.
Ada yang bilang kalau tipe orang kayak dia itu sangat pemilih untuk pasangannya, entah itu ber-title lah, entah itu harus kayak gini lah, kayak gitu lah, tapi kalau pikiran gue kesana, gue selalu mematahkan pikiran itu, kalau gue yakin dia bukan salah satu orang yang kayak gitu. ya gue yakin bgt dia bukan kyk gitu!
Yang berikutnya adalah masih adakah kesempatan lagi untuk gue membuktikan semuanya kalau gue sangat sayang kepadanya? (pasti ada atau ga akan ada lagi ris).
Gue: masih terdiam.
Kalau ada waktu dan kesempatan lagi untuk ketemu dengannya, seharian atau beberapa hari, ingin rasanya bilang, "Apakah kamu siap untuk hidup dengan aku yang begini, yang masih miskin dan masih jauh hidup dari yang serba berkecukupan?"
Sangat ingin mendengar apa yang akan dijawabnya.
(Oh iya, bagian ini editan baru dari yang sebelumnya)
No comments:
Post a Comment